Ziddu.com bagi-bagi duit, Gratis...

Jumat, 09 Maret 2012

Bersyukur


Bersyukur adalah suatu istilah yang sudah sangat akrab di telinga kita. Namun, apakah pemahaman kita tentang arti bersyukur itu sudah merasuk pula dalam jiwa kita?
Untuk memahami makna bersyukur, bayangkanlah ilustrasi berikut ini:
Ada dua orang tuna karya, katakanlah yang seorang bernama Mungkar dan yang seorang lagi bernama Soleh. Mereka meminta pertolongan kita untuk mencarikan kerja. Kebetulan kita mempunyai beberapa teman baik yang menjabat direktur di beberapa perusahaan. Singkat cerita, berkat ‘perjuangan’ kita, maka akhirnya Mungkar dan Soleh berhasil diterima bekerja di kantor teman baik kita itu. Meskipun sudah kita tolong, namun si Mungkar itu tidak menunjukan  rasa terima kasihnya sedikitpun kepada kita (mungkin menganggap pertolongan kita itu bukanlah sesuatu yang istimewa). Kemudian hari, bahkan kita menerima complain dari teman kita itu bahwa si Mungkar sering mangkir dan melakukan perbuatan tercela yang merugikan perusahaan. Lain halnya dengan si Soleh, Si Soleh itu berkali-kali menyatakan rasa terima kasihnya kepada kita bahkan sampai berurai air mata. Kemudian hari, kita pun mendapat laporan dari teman direktur itu, bahwa ia beruntung sekali mendapat pegawai seperti si Soleh karena orangnya rajin, tekun dan jujur dalam bekerja, bahkan akhirnya dijadikan tangan kanannya! Bila akhirnya si Mungkar itu  dipecat dari kantornya, niscaya kita tidak akan mau lagi merekomendasikannya bekerja di kantor manapun. Tetapi sebaliknya, bila si Soleh kehilangan pekerjaannya karena perusahaannya itu bangkrut, maka tentu kita akan berusaha mencarikan pekerjaan lain untuknya. Bahkan bila misalnya ada perusahaan lain yang memberikan jaminan yang lebih baik, maka tentu kita bantu agar si Soleh pindah ke tempat yang lebih baik.
Dari ilustrasi ini, dapat ditarik kesimpulan umum bahwa,  bila ‘si pemberi nikmat’ dibuat kecewa oleh tindakan kita, tentunya ia tidak mau menolong  atau memberi sesuatu lagi kepada kita.
Sekarang, marilah kita introspeksi untuk menghitung-hitung nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita selama ini. Berapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita tetapi tidak diberikan kepada orang lain. Apakah pemberian dari manusia yang melebihi nikmat yang diberikan Allah? Hati-hatilah, jangan sampai Nanda termasuk orang yang dimaksud dalam firman-Nya:

Dan sesungguhnya Allah itu tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dan tidak berterima kasih.

Al-Hajj:38

Bagaimana cara bersyukur atau berterima kasih kepada Allah? Caranya yaitu pertama, menyadari nikmat-nikmat yang telah kita terima selama ini dengan diiringi rasa terima kasih yang dalam atas kemurahan-Nya kepada kita; kemudian kedua, (yang terpenting), melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat membuat-Nya senang. Allah senang bila kita taat pada perintah-perintah-Nya, seperti misalnya: shalat, berserah diri, sabar waktu ditimpa musibah atau sabar waktu diperlakukan zalim oleh orang, meninggalkan perbantahan sedangkan kita merasa benar, berlaku baik kepada orang, menolong orang yang sedang berkesusahan, tidak iri hati/dengki, tidak takabur/sombong, tidak riya/pamer, membantu dalam pekerjaan keluarga, tidak menyakiti hati orang lain dan tidak memutuskan persaudaraan, menjauhkan diri dari sikap amarah, berlaku bijaksana waktu disakiti orang, selalu memohon ampun bila terlanjur melakukan pembangkangan, tidak bergunjing/membicarakan aib orang lain, tidak berburuk sangka, tidak berlaku zalim (baik zalim tindakan, ucapan, pikiran), selalu senyum, memaafkan orang yang menganiaya kita, selalu ingat Allah, (diwaktu duduk, berjalan dan berbaring), mendamaikan permusuhan, memuliakan tamu, memenuhi undangan, menjenguk yang sakit, mengajak orang ke jalan Allah, memenuhi janji, berlaku baik terhadap tetangga, mengeluarkan zakat atau sedekah, tidak kikir, menjaga kebersihan, mendo’akan orang tua, tidak durhaka kepada orang tua, berlaku lemah lembut kepada pembantu, mengantarkan jenazah, menuntut ilmu, menyantuni anak yatim, melaksanakan haji, tidak melakukan syirik, bekerja dan lain-lain sebagainya.
Bila kita menyenangkan ‘Sang Pemberi Nikmat’, maka ia akan tambahkan nikmat-Nya kepada kita. Karena itulah Allah mengatakan, barangsiapa yang bersyukur kepada-Ku, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri [Lukman:12], dan Allah tidak akan menyiksa orang yang bersyukur [An-Nisaa’:147]. Bahkan di ayat lain Allah memberikan jaminan:

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku sesungguhnya azab-Ku amat pedih.

Ibrahim:7

Ketika Rasulullah saw. Beribadah sampai kaki beliau bengkak-bengkak, Sayidah Aisah istrinya berkata, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau beribadah sampai seperti itu, bukankah Allah telah mengampuni segala dosamu?’ Rasulullah menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi hamba Allah yang bersyukur?
Cara bersyukur yang diuraikan diatas adalah bersyukur dalam arti yang terus menerus. Ada juga bersyukur dalam artian sesaat. Misalnya, suatu ketika kita memperoleh rezeki yang berupa harta. Maka langkah bersyukur yang pertama adalah, dengan perasaan ‘tawadhu’ (rendah diri) ucapkanlah Alhamdulillaah…, kemudian gunakan sebagian harta yang diperoleh itu untuk menyenangkan Allah, misalnya dengan bersedekah, memberi makan fakir miskin, membantu pembangunan mesjid, dan lain sebagainya.

 Kesimpulan

Bersyukur yang benar itu harus mencerminkan 2 macam tindakan yang saling terkait. Yaitu secara batiniah mengagungkan yang memberi nikmat, dan secara lahiriah melakukan perbuatan/amal yang dapat membuat ‘si pemberi nikmat’ itu merasa senang [karena yang memberi nikmat pada kita itu adalah Allah, maka kita harus membuat Dia senang, yaitu dengan jalan taat/patuh mengerjakan segala kehendak-kehendak-Nya
Ciri orang yang bersyukur adalah ia takut mengerjakan perbuatan yang tidak disenangi Allah dan ia pun taat mengerjakan perintah-Nya, karena ia menyadari Allah telah memberinya berbagai macam nikmat. Terngiang-ngiang selalu dihatinya peringatan Allah

…Dan sedikit-sedikit dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih

Saba’:13

Baginya mengerjakan perbuatan yang tidak disenangi Allah ataupun membangkang kepada-Nya dengan tidak melaksanakan perintah-perintah-Nya, sama artinya dengan tidak berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya.
Hendaknya kita selalu membiasakan berfikiran positif terhadap apapun yang terjadi, karena berfikiran negatif menghalangi untuk bersyukur. Berfikiran negatif akan melupakan kita kepada nikmat yang telah kita terima.

Kamis, 08 Maret 2012

Berserah Diri Kepada Allah

"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah lah kesudahan segala urusan"
Lukman:22

Yang dimaksud dengan berserah diri ialah menyerahkan diri seutuhnya untuk diatur oleh Allah. Menyerahkan diri kepada Allah bukanlah berarti mengabaikan usaha. Namun kita harus berusaha dahulu sekuat kemampuan yang ada. Adapun hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah, apakah Dia akan memberikan hasil yang sesuai dengan keinginan kita? Kita ikhlash menerima semua ketentuan yang ditetapkan-Nya.
Untuk dapat berserah diri kepada Allah ini, diperlukan sikap mental yang positif. Dasarnya yaitu, kita harus selalu berprasangka baik kepada-Nya. kita harus yakin bahwa keadaan yang diterima adalah jalan terbaik, yaitu sesuai dengan permintaan kita pada setiap shalat (…Ihdinashshiroothol mustaqiim..). Yakinlah bahwa pada hakekatnya, Allah Maha Pengasih dan Penyayang tidak akan menganiaya hamba-Nya.
"Demikian itu disebabkan karena perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya sekali-kali Allah tidak menganiaya hamba-Nya."
Al-Anfaal:51
Yakinilah bahwa kejadian yang baik menurut perasaan atau pikiran kita, sesungguhnya belum tentu baik menurut Allah. Demikan juga pengalaman telah membuktikan, bahwa dibalik kejadian buruk yang menimpa, seringkali terdapat hikmah berharga. Bukankah jika kita memusatkan pandangan hanya pada tahi lalat saja akan terlihat buruk? Tetapi cobalah pandang wajah secara keseluruhan, kita akan melihat justru tahi lalat itulah yang menjadi unsur utama kecantikan atau ketampanannya. 
Orang akan dengan mudah berserah diri kepada Allah bila haqqul yaqin bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan awal. Kehidupan yang amat singkat. Kehidupan yang penuh dengan kesenangan yang menipu (Hadiid:20)
Adapun indikator keberhasilan dari berserah diri ialah tidak adanya rasa was-was, khawatir atau kecewa. Yang ada adalah ucapan dengan penuh rasa syukur ‘alhamdulillaah’ atau dengan penuh rasa ikhlas ‘Innaa lillaahi wainna ilaihi rooji’uun’.
….Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
Al-Baqarah:112
Orang yang berserah diri, tidak akan mengeluh atau protes kepada Allah, Tetapi dia menjadi hamba yang penurut. Tindakannya hanya semata-mata dilakukan karena taat mematuhi perintah Allah. Dia berlaku baik kepada seseorang bukan sebagai balasan karena orang tersebut telah berlaku baik terhadapnya, tetapi hal ini dilakukannya semata-mata karena Allah memerintahkan manusia untuk berbuat kebajikan. Pandangan batinnya telanjang sebagaimana adanya (tidak berburuk sangka). Lirikannya tanpa disertai emosi. Jiwanya tidak terguncangkan oleh adanya stimulan baik yang berasal dari dalam jiwanya sendiri, maupun yang berasal dari lingkungannya. Dia dapat merasakan kaya tanpa harta, sakti tanpa ilmu. Hal ini hanya dapat terjadi jika kita sudah mampu menjadikan taat sebagai senjata untuk melawan setan dan nafsu.

Kesimpulan

Kunci agar dapat berserah diri kepada Allah adalah, harus selalu berprasangka baik kepada-Nya. Berusahalah dahulu dengan segenap kemampuan yang ada, dan kemudian serahkan  ketentuan hasilnya kepada Allah. Apapun hasil yang diperoleh dari usaha itu, yakinlah bahwa itu yang terbaik untuk kita, yaitu sejalan dengan permintaan kita pada setiap shalat (…ihdinashshirotol mustaqiim). Musibah yang menimpa bukan untuk ditangisi, tapi merupakan indikator agar kita segera melakukan introspeksi diri.

Dengan berserah diri kepada Allah, Insya Allah kita akan terhindar dari stress. Segala urusanpun akan dimudahkan-Nya. kita jangan memaksa atau mendikte Allah agar mengabulkan keingin, tetapi berdo’alah dengan lemah lembut dan penuh harapan: “Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sekiranya hal ini memang bermanfaat bagiku, kabulkanlah permintaanku. Tetapi sekiranya hal ini tidak akan mendatangkan madharat bagiku, jauhkanlah ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui


Rabu, 07 Maret 2012

Teman yang Baik


Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a. pernah meriwayatkan bahwa begitu seseorang meninggal dunia, ketika jenazahnya masih terbujur, diadakanlah “upacara perpisahan” di alam ruh. Pertama-tama ruh dihadapkan kepada seluruh kekayaan yang pernah dia miliki. Kemudian terjadi dialog diantara keduanya. ruh itu berkata kepada seluruh kekayaannya, “Dahulu aku bekerja keras untuk mengumpukan kamu, sehingga aku lalai dan lupa untuk mengabdi kepada Allah, bahkan sampai aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Sekarang apa yang akan kamu berikan sebagai bekal dalam perjalananku ini” Lalu harta kekayaan itu berkata, “ambilah dariku hanya untuk kain kafanmu.” Jadi hanya kain kafanlah harta yang dapat dibawa untuk bekal perjalan selanjutnya.

Sesudah itu si Ruh dihadapkan kepada seluruh keluarganya (anak-anak, suami atau isterinya), lalu berkata, “Dahulu aku mencintai kalian, menjaga dan merawat sepenuh hatiku. Begitu susah aku mengurus diri kalian, sampai aku lupa mengurus diriku sendiri. Sekarang apa yang kalian mau bekalkan kepadaku pada perjalanan menuju Allah ini?” Kemudian keluarganya mengatakan, “Kami antarkan kamu sampai ke kuburan.”

Setelah itu Ruh akan dijemput oleh mahluk jelmaan amalnya, kalau selama hidup ia banyak beramal saleh, maka dia akan dijemput oleh mahluk yang berwajah ceria dengan memancarkan cahaya dan aroma semerbak, yang jika dipandang akan menimbulkan kenikmatan yang tiada taranya. Sebaliknya, bila waktu hidup sering membangkang pada perintah Allah dan Rasul-Nya, maka si ruh akan dijemput oleh mahluk yang manakutkan, dengan bau yang teramat busuk. Mahluk jelmaan itu lalu mengajak ruh si mayat pergi. Bertanyalah si mayat, “siapakah anda ini sebenarnya? Saya tidak kenal dengan anda.” Mahluk itu kemudian menjawab, “Akulah jelmaan amalmu sewaktu hidup, dan aku akan selalu menemanimu dalam menempuh perjalanan panjang menuju Illahi.”

Coba Kita renungkan kisah ini, perjalanan panjang yang mau tidak mau harus kita jalani kelak, akan ditemani oleh seorang “teman abadi” yang sebenarnya kita pilih sendiri. Alangkah bahagianya bila “teman” ini menyenangkan, dan alangkah malangnya bila perjalanan jauh yang seolah-olah tak berujung ini, ditemani “teman” yang selalu membuat kita sengsara.
Rasulullah saw., berkata
Kebinasaan umatku ada dalam dua hal, yaitu meninggalkan ilmu dan mengumpulkan harta “

Sabtu, 03 Maret 2012

Cara Cepat Meredam Letupan Emosi

Tips ini sengaja saya tempel di Blog saya, karena saya merasakan sangat besar manfaat yang saya rasakan, mungkin ada diantara anda yang mau mencoba saat emosi anda meluap-luap. 
Tips ini saya kutif dari www.conectique.com,

Luapan emosi dan rasa marah kadang membuat kita merasa gundah dan gusar berkepanjangan. Keadaan yang tidak nyaman ini hanya dapat diatasi jika saja kita tahu cara untuk meredam letupan emosi dengan cepat, sehingga kita dapat segera lepas dari situasi ini. Tunda dulu bantuan profesional untuk mengatasinya, dan cobalah tips berikut:


5 detik
Ketika darah Anda naik karena emosi, segera kepalkan kedua telapak tangan saat mengambil napas dan buka kepalan tersebut saat menghembuskan napas.

10 detik
Tarik napas sambil mengangkat bahu Anda tinggi-tinggi dan tahan. Turunkan bahu perlahan saat menghembuskan napas. Saat menurunkan bahu rasakan bahwa Anda melepas semua beban yang ada di pundak Anda.

30 detik
Kombinasikan gerakan kepala ke kanan dan ke kiri untuk merilekskan otot pada tungkai leher. Lakukan gerakan mudah ini saat Anda merasa kesal dan emosi

45 detik
Duduklah di kursi, pejamkan mata dan tempelkan telapak kaki di lantai. Bayangkan Andalah yang mengatur seluruh hidup Anda, kemudian katakan "Stop!" sambil menghentakkan kaki Anda, yang Artinya Anda harus segera menghentikan kemarahan sekarang juga. Kemudian ambil napas dalam dan hembuskan

60 detik
Ingatlah 25 kata-kata positif yang mendeskiripsikan diri Anda. Misalnya setia, tolerasi, supel, murah hati, tidak mudah marah, rendah hati dan lain sebagainya. Tuliskan kata-kata tersebut di selembar kertas dan tempelkan di tempat yang mudah Anda lihat. Di kantor, Anda bisa menempelkannya di soft board depan meja kerja, sementara di rumah tempelkan cermin meja rias Anda. Bila Anda sedang emosi, lihat kembali kertas tersebut untuk mengingatkan bahwa diri Anda sangat berharga.

Sabtu, 11 Februari 2012

JUALAN PULSA HP DAN PULSA LISTRIK (TOKEN) ONLINE

Met sore semuanya......
Sore ini saya akan mencoba menjual Pulsa HP All Operator dan Pulsa Listrik prabayar (Token) secara Online, memang dikit agak bingung gimana caranya...?????? but don't worry, walaupun itu semua hal yang ga mungkin tetapi sangat mungkin dan bahkan akan mempermudah dan tidak mengganggu aktifitas anda sehari-hari karena sudah Online di seluruh Indonesia. Hanya ada 1 hal yang harus anda punyai, what is that.....??? anda hanya perlu memiliki rek. tabungan yang punya fitur SMS Banking dari Bank mana aza. 
Anda bisa melakukan :

Pembayaran Rekening Listrik, Caranya:
  1. Anda Telpon saya, dan atau SMS kan no. IDPEL Listrik anda
  2. Saya cek ke situs PLN (khusus Tagihan Listrik), lalu saya konfirmasi kepada anda besar biaya tagihan Listrik anda
  3. Anda Bayar kepada saya melalui SMS Banking ditujukan ke Rekening saya
  4. Jika sudah kami terima, maka Nota/segi Pelunasan anda akan kami cetak dan saya SMS kan kembali No. Referensi dan No. Nota Pelunasan anda
  5. Selesai

Pembelian Pulsa Handphone, caranya:
  1. Anda Telpon saya, dan atau SMS kan no. HP beserta besaran Pulsa yang akan anda pesan
  2. Anda Bayar kepada saya melalui SMS Banking, ditujukan ke Rekening saya
  3. Jika sudah kami terima (berdasarkan konfirmasi dari anda), Selanjutnya saya akan proses pengiriman pulsa HP anda
  4. Selesai

Pembelian Pulsa Listrik (Token)
  1. Anda Telpon saya, dan atau SMS kan no. Meter/IDPEL Listrik beserta besaran Pulsa yang akan anda pesan
  2. Anda Bayar kepada saya melalui SMS Banking, yang ditujukan ke Rekening saya
  3. Jika sudah kami terima, maka Nota/segi Pelunasan anda akan kami cetak dan saya SMS kan kembali No. Token dan No. Nota Pelunasan anda
  4. Selesai

Saya 100% Jualan, dan tidak bertujuan untk menipu siapapun, saya hanya mencari sesuatu yang halal dan untuk meringankan juga mempermudah bisnis anda. Semua Pembayaran yang anda lakukan kepada saya bisa dipertanggungjawabkan di depan hukum yang berlaku. Kami sangat berterima kasih apabila anda dapat mempercayai kami.

Selain itu juga kami menerima Pembayaran Layanan Tagihan lainnya seperti:



Salam Sukses,


Keluarga Tirta

Selasa, 07 Februari 2012

MACAM RAGAM MUKENA

Macam Ragam Mukena dengan berbagai bahan, warna dan motif, berikut dibawah ini:
Mukena Bahan Kaos Spandek dilengkapi Tas
Rp. 130.000

Mukena  bahan Besway dilengkapi tas
Rp. 110.000

Mukena  bahan Besway dilengkapi tas
Rp. 110.000

Mukena anak bahan kaos spandek dilengkapi Tas
Rp. 90.000

Mukena anak bahan kaos spandek delangkapi Tas
Rp. 90.000

Mukena bahan Besway
Rp. 110.000

Mukena bahan Besway polino dilengkapi Tas dan Sajadah
Rp. 175.000

Mukena bahan Besway polino dilengkapi Tas dan Sajadah
Rp. 175.000

Mukena Bahan Kaos Spandek dilengkapi Tas
Rp. 130.000

Mukena Bahan Kaos Spandek dilengkapi Tas
Rp. 130.000

Mukena Bahan Kaos Spandek dilengkapi Tas
Rp. 130.000


Senin, 06 Februari 2012

Aki-aki dalam penyamarannya

Informasi Terkini Seputar Dunia Bayi

Ini adalah salah satu modus terbaru dalam berselingkuh,....
ya.... menyamar menjadi bayi, hal ini terbukti bahwa Master of Ceremonial (MC) saya telah melakukan hal seperti ini, wah....wah....wah.... bener2 modus baru ni... gk...gk...gk.....